Saturday, November 03, 2007

Ngamen pun tak peduli usia



Siapa bilang bermusik hanya untuk menyalurkan hobi
siapa bilang berseni hanya untuk mengais rezeki
kalau pagi tadi ada seorang yang sudah sepuh, dengan raut muka yang jauh lebih tua dari usianya
keluar masuk kampung membawa harpa jawa atau yang lebih dikenal dengan siter
ujung jemarinya menari-nari diatas senar kawat kecil dan mengeluarkan bunyi yang membawa damai
lamat-lamat terdengar dendang lagu jawa yang saya sendiri tak tahu judulnya
Pak tua pemain siter ini hampir setiap bulan sekali melalui rumah kami, hanya untuk mendemonstrasikan kepiawaiannya memainkan instrument yang mungkin tak lagi dimainkan oleh anak turunnya
Kalah dibanding hingar bingar peralatan music ex Fender, Fretles dan lain sebagainya, yang mungkin dianggap lebih modern dimata anak-2 muda.
Memainkan alat musik tak hanya untuk kaya, juga tak hanya pamer kepandaian.
Seberapa banyak uang yang diperoleh dengan keluar masuk kampung pun tak jadi soal.
Yang penting ia telah berusaha mencari pengharapan, agar dapurnya selalu mengebul untuk makan.
Dia sadar, Tuhan hanya mau memberi rezeki kepada orang yang mau bekerja dan berusaha.
Apapun itu bentuknya.
Mudah-mudahan, bulan depan masih bertemu lagi dan bisa mendengarkan dendang lagu jawanya, dan saya bisa membagi kenikmatan yang telah dilimpahkan Tuhan.

5 comments:

Iko said...

Lelaki tua yang tak kenal lelah...

Hartanto said...

Kadang-kadang bahkan si nenek juga ikut lho, pak. yang ini malah bisa jadi lebih mengharukan.

LifeByYourHand said...

mestinya dah setua itu, waktunya menikmati hidup...,santai di rumah, istirahat cukup, ibadah cukup...,gak usah berusaha lagi...,anak2nya pada kemana yach ??

andi bagus said...

siter, masih ada toh..salut ma lelaku tua itu..

endik said...

human interest..