Wednesday, March 04, 2009

Bye bye SPEEDY

Kaget bin terkejut setengah mati kala bill collector RT datang ke rumah membawa rekap tagihan bulanan untuk Listrik, Air, Telpon dan Internet hampir setengah juta.
Usut diusut setengahnya adalah ongkos Speedy yang naik 100%, tanpa kabar, informasi dan pemberitahuan.
Apabila pendapatan bulanan memadai mungkin tak apa-apa.
Apabila pengeluaran bisa dipangkas mungkin tak masalah.
Tapi sebuah keluarga buruh pabrik dengan 3 orang anak yang masih sekolah dan membutuhkan biaya dan persiapan pendidikan yang panjang, dana sebesar itu harus sangat dipikirkan.
Terlebih hal ini terjadi TANPA PEMBERITAHUAN..... sekali lagi TANPA PEMBERITAHUAN
Masih terlintas diingatan, pertama memasang Speedy. betapa bahagianya, meski kadang ngadat sehingga quota tak terpakai optimal.
2 bulan lebih 1 minggu (meski menurut versi Telkom 3 bulan) Free alias gratis
Kemudian bulan berikutnya cukup 100 ribu saja.
Mudah-mudahan masih bisa diusahakan.
Tapi untuk 2 kali lipatnya... berpikir tak perlu seribu seratus atau sepuluh kali.
Cukup sekali pikir keputusan.. . STOP..!
Meski sang menteri mencanangkan tarif Internet murah, tapi kapan saatnya..? masih perlu ditunggu atau hanya sekedar janji kampanye menjelang pemilu.
Yang pasti budget untuk internet tak bisa lebih dari 50 ribu sudah dipersiapkan.
Jadi mohon maaf kepada semua teman, apabila agak terlambat update karena memang untuk melakukannya harus menunggu antrean Warnet berkurang.


10 comments:

Ely said...

wah ... harusnya nggak boleh menaikkan tanpa pemberitahuan terlebih dulu ya´, di sini nggak bisa tuh terjadi, bisa dituntut perusahaannya

semoga cepet dpt sambungan internet yg cepat dan murah ya, di jerman banyak sekali penawaran yang murah-murah, jadi pelanggan bisa memilih yg mana yg paling cepat dan murah krn banyaknya layanan yg murah

RUdi said...

Speedy management bener2 memegang prinsip kecepatan. Kemarin tanpa pemberitahuan, tiba2 koneksi speedy g diputus. Waktu ditanya ke telkom 147, katanya masalah rekening. Padahal udah dibayar. Jadi ada kesalahan di speedy.
Masya Allah, kalo kayak gitu, ya mbok dikasitau atau diperingati dulu, jangan main cut koneksi aja.
Mang speedy management kerjanya cepat, tapi saking cepetnya sampe sembarangan dan tidak memperhatikan hak pelangan. Capek dech.. mungkin next month, bye bye speedy.

r3dsnot said...

udah pake yang lain yang lebih menguntungkan.. dunia ini serba pilihan bung!!

inart said...

saya juga sudah memutuskan 'bye bye speedy' sejak bulan lalu. Awalnya berlangganan yg 75/bln supaya bisa mencari bahan kuliah dan lainnya di malam hari dan tdk perlu antri di warnet, tapi makin lama coba memikirkan ulang, byk hal yang mesti dibiayai.
di tengah pengusaha-pengusaha, artis, pejabat-pejabat, yang makin kaya di negeri ini, saya masih menjadi buruh untuk membiayai kuliah sendiri.
jadi ada 'post' yang mesti di tahan agar bisa jalan beriringan dengan teman2 lain, minimal dalam hal akademik.

lierieh said...

pakabar mas...lama ga BW neh....kok bisa ya speedy kek gitu

lixz said...

internet murah? tunggu saya jadi menterinya mau? hahahaha
salam kenal

pyuriko said...

500 ribu???

gilaaaa.......... jumlah yang sangat besar :D

dodi said...

assalamualaikum , sul mending klo ada first media pake dia aja keren gak kalah sama speedy kok..

axc said...

yg penting gak jadi alasan untuk berhenti nge-BLog

agus said...

Banyak kok cara berinternet murah.. saya juga baru saja berhenti berlangganan spidol gan. sekarang ane modal modem gsm, telkomselkartu merah, dan vpn, sebulan 30Rb bisa ol 24 jam donlot sepuasnya tanpa terbebani kuota. cari aja infonya di google