Sunday, February 11, 2007

Jalan-jalan ke Purwodadi

Terakhir mengunjungi kebun raya ini tahun 1985 dan 1990, itupun karena tugas dari sekolah yang mewajibkan para muridnya mengenal atau paling tidak pernah tahu aneka jenis tanaman baik lokal maupun interlokal, tanpa perlu bertanya seberapa minat sang murid terhadap ilmu botani.

Masih segar dalam ingatan, waktu SMP aku kebagian tugas untuk mengumpulkan data tentang tanaman paku-pakuan. Dalam benakku saat itu membayangkan beberapa tanaman lurus menjulang bak paku bumi, atau seperti cendawan bak paku payung.

Ternyata sampai disana sang petugas menjelaskan beberapa jenis tanaman paku-pakuan yang bentuknya jauh dari bayangan.

Kali ini, bersama teman-teman yang tergabung dalam Satria Nusantara, mengunjungi lagi tempat yang sudah 17 tahun tak dihampiri, sekalipun sering lewat depan pintunya kala menuju ke kota Malang.

Untung saja, kali ini tidak mengajak anak-anak, karena disamping acaranya cukup padat, lingkungan sekitarnya tidak mendukung bagi pendidikan sosial anak. Lokasi yang sangat luas, kontur tanah yang beraneka ragam tentu membahayakan kalau anak-anak dibiarkan bermain sendiri. Disamping itu pada hari minggu, sangat banyak pasangan berdua-duaan dimana-mana, karena lokasi “strategis” yang tersedia ada dimana-mana.

Memang tidak semua tempat yang dibangun dengan niat baik selalu digunakan sebaik niat pendirinya.

Contohnya…??? Mungkin kita semua banyak yang sudah merasakannya…???

7 comments:

dewok said...

Kebun raya yg arah ke lawang itu ya? Duh... bertaun2 tinggal di malang tp belum skalipun masuk kesana nih.

Bali said...

Purwodadi mana si ??..

www.tourtobali.blogspot.com

dodY said...

lha piye maneh, mas? wong ning kono rimbun tenan. hawa seger. hamparan rumput hijau membentang luas. di bawah pohon rindang yang menyejukkan ituh. wis to... semuanya lengkap toh?

pas banget buat pacaran! hahaha! mbok ya mereka yang sedang dimabuk cinta jangan didiskritkan seperti itu. wong panjenengan dulu juga mengalami masa-masa seperti itu kan? hahaha *pingsan* :-)

Atniga Tayadih said...

Saya pengin kesana tapi nggak pernah kesampaian sampai sekarang. Baguskah Oom?

Hartanto said...

Paling tidak keberadaan Kebun Raya ini masih eksis dan belum jatuh ke tangan para investor2 raksasa yang tanpa kenal ampun akan merobohkan apapun.

soal bermesum-mesum ria, yang bertanggung jwab gimana seh? atau jangan2 karena kita tidak rajin mengunjungi tempat ini hingga pengelola terpaksa tutup mata, demi tiket yang harus laku...

CempLuk said...

Saya klo gak salah sekali ke Kebun raya,,itu pun pas SD. mgk aku udah lupa deh kayak gmana dlm nya :) wex..jadi pgn kesana lagi,,tapi klo ke mlg saya gak tahan harus antri di porong..jadi males klo liburan ke mlg..

Ken said...

Mas, ao saya dah jadi pindah ke KR Purwodad ketemuan ajah...

-kenalkan, saya Ny Foens :)