Friday, January 11, 2008

Opname



Setelah capek jadi panitia Idul Adha, ternyata kesibukan masih terus melanda.
Yang terdekat adalah pernikahan kerabat di Sepanjang.
Dengan pertimbangan macem-2, berangkatlah sendiri dengan kendaraan umum, biar ngirit dan ngibrit alias cepat ndak dibebani anak-anak.
Pulangpun mendapatkan bis ber-ac yang ternyata pengaturnya sudah tak berfungsi, sehingga hembusan angin dingin yang tepat diatas kepala lama-kelamaan membuat pusing.
Sampai di rumah jam 10 malam, disuguhi dengan keadaan Riefqy yang panas menggigil, dan kompres menutup dahi dan mengisi ketiaknya.
Ibu-pun sibuk tak istirahat yang membuat fisik drop.
Sabtunya, bersama-sama test darah berdua alhasil Trombosit Riefqy 140 sedangkan ibu drop sampai 74.
Vonis opname ke RS pun turun
Masuk RS Wonolangan, kehabisan kelas 1, kelas 2-pun bolehlah, asal bunda bisa istirahat dan menaikkan trombosit.
Alih-2 istirahat, 3 jam setelah masuk kamar, terdengar raungan seorang nenek di kamar sebelah karena cucu tercintanya wafat "Inna Lillahi Wainna Ilaihi Rojiun"
Malam pertama di rumah sakit tak tidur.
Sehari semalam infus "asering" habis 4 botol, minggupun ibu dari Banyuwangi dan Surabaya tiba, lumayan... ada yang bantu nungguin anak-anak.
Senin 31 Des 2007 pagi hari, ada kabar lagi si bungsu demam tinggu semalam.
Waduh......langsung cabut ke rumah dan semalam tak nungguin bunda di Rumah Sakit
Malam tahun baru dilalui berteman sebaskom air dan waslap untuk kompres, karena semalaman panas menggigil tak juga reda meski parasetamol dan diminumkan.
Sambil menunggu si kecil..., mengisi waktu dengan Tahajud... berkeluh kesah kepada Allah..., apa salah dan dosaku.
Apalagi dapat info dari RS kalau trombo bunda malah turun ke angka 62.
Setelah subuh, aku berbisik kepada si kecil untuk mengunjungi bunda di RS, meskipun demamnya masih belum turun.
Alhamdulillah... begitu mendengar ajakanku, demamnya sedikit demi sedikit mereda.
Namun sebelum ke RS, mampir ke Lab Dharma Husada, dan ternyata trombonya aman di angka 277.
Sesampai di RS, Allah memberikan jawaban doa dalam tahajudku semalam
Suhu si bungsu langsung normal..
Sekali lagi puji syukur aku panjatkan kehadiran Allah yang memberikan jawaban langsung atas semua doaku.
Terlebih hari itu angka trombo bunda naik ke 85, dan keesokan harinya 144.
Tinggal mengembalikan kondisi fisik yang merosot drastis, butuh 2 hari kata dr. Rudianto Sp.PD.
Dan tanggal 3 Januari 2008, setelah menghabiskan injeksi terakhir pada pukul 23.00, langsung cabut dari RS sambil istirahat di rumah saja.
Hampir seminggu bolak-balik ke rumah sakit membuat fisik lumayan payah dan harus banyak istirahat.

6 comments:

cemol said...

Halo boos..! gemana kabarnye..? Gak pernah nongol..!

inos said...

Ya Allah... Semoga mas Huda dan keluarga Engkau berikan kekuatan, ketabahan, kesehatan dan kelimpahan selalu.. Amin Ya Rabb'Alamin..

Iko said...

Semoga cepat sembuh yaaa...

Selamat Tahun Baru Islam juga untuk keluarga Dhany (atau Hudha??)

ichaAwe said...

trombosit ituh setauku bisa dibantu dgn makanan2..tapi aku lupa makanan apa saja yg bisa membantu menjaga keseimbangan trombosit.
Alhamdulillah akhirnya keluarga pulih ...

kalo anak lagi panas tinggi ... kasih minum teh hijau atau kamomile yg sering pak..insya Allah cepet reda panasnya

astien said...

semoga bu hudha cepet sembuh ya..dan keluarga yang laen jaga kesehatan, apalagi habis jaga di rumah sakit jelas kurang istirahatnya...

GrapZ said...

haduuuh...cepet sembuh ya...dan jangan sakit2 lagi...