Thursday, June 21, 2007

Mulai dari diri sendiri


Seorang pemuka agama yang arif kedatangan sepasang suami istri bersama anaknya yang masih berusia 10 tahun.
Sang ibu mengeluhkan anaknya yang suka makan gula, sehingga giginya habis terkikis gula.
Kemudian sang pemuka agama menasihati sang anak akan bahaya kalau terlalu sering makan gula.
Tak lupa sebelum pulang beliau berdoa kepada Tuhan, agar keinginan kedua orang tua anak itu bisa dikabulkan.
Seminggu kemudian kedua orang tua itu datang lagi, dan menyampaikan keluhan kalau sang anak masih belum berubah kebiasaannya.
Sang pemuka agama berpikir sejenak, dan meminta agar mereka datang lagi satu minggu kemudian bersama anaknya.

Sesuai kehendak sang pemuka agama, kedua orang tua datang lagi bersama anaknya.
Setiba dirumah pemuka agama itu, si anak diajak berbicara empat mata dengan tuan rumah.
Tak lama kemudian merekapun pulang.

Seminggu kemudian, sang pemuka agama menanyakan perkembangan si anak.
Ternyata si anak sudah tak lagi suka memakan gula.
Kedua orang tua itupun bertanya-tanya apa yang disampaikan oleh pemuka agama kepada anaknya.
"Aku hanya menyampaikan nasehat seperti yang dahulu" kata si pemuka agama.
Tapi kenapa yang dahulu tidak menampakkan hasil, sedangkan yang sekarang cukup manjur.
Kemudian sang pemuka agama melanjutkan perkataannya :
"Sebelum aku memberikan nasehat yang kedua, aku mulai nasehat kepada diriku sendiri dan tidak makan gula selama satu minggu"

==

Dari cerita tersebut diatas mudah-mudahan bisa memberi hikmah kepada kita semua, bahwa memberi nasehat harus dimulai dari diri sendiri, baru menasehati orang lain.

1 comments:

CempLuk said...

tapi kira kira ngomong apaan mas si pemuka agama?? cempluk jadi penasaran.heheh