Sunday, March 25, 2007

Meningkatkan nafsu makan


Makan untuk hidup atau hidup untuk makan.
atau lebih tepatnya
Makan adalah kebutuhan hidup, alias kalau mau hidup kita harus makan.
Kalau orang dewasa bisa merasakan hal itu, tapi sebaliknya bagi anak-anak, makan adalah kewajiban atau kadang kala menjadi semacam siksaan.
Berbagai cara sudah ditempuh, mulai membuat variasi menu atau memberikan suplai suplemen penambah nafsu makan, kalau hal itu sudah tak mampu terpaksa makanan tambahan sebagai pengganti nutrisi harus disediakan, baik berupa susu formula sampai vitamin yang ternyata cukup banyak memakan biaya.
Selain berbagai macam cara yang telah ditempuh diatas, ternyata makan diluar (betul-betul diluar rumah) menjadi salah satu alternatif untuk lebih meningkatkan nafsu makan.
Rasa mungkin bukan menjadi pilihan, tetapi suasana dan keanekaragaman menu bisa menjadi faktor penunjang.
Di kaki lima selatan alun-alun menjadi favorit karena menu yang tersedia sangat beragam mulai dari Siomay Bandung, Mie Ayam Jakarta, Tahu Campur Lamongan, Sate Madura, Gado-gado, Tahu Tek, Bakso Solo dan sebagainya.
Pernah juga makan di pusat jajan "len-jelenan", yang maunya pemkot Probolinggo meniru Kia-kia yang ada di kawasan Kembang Jepun Surabaya.
Harapannya dengan membuat pusat jajanan yang tertata rapi, jl Niaga yang dulu kumuh, tak teratur menjadi tertata, indah dengan hiasan lampu warna-warni.
Namun konsumen lah yang menentukan, karena dari hari ke hari pengunjung semakin sepi, dan ujung-ujung banyak penjual yang memilih untuk gulung tenda.
Harga yang lebih mahal, rasa yang kurang pas di lidah, atau macam makanan yang tersaji, sampai tak adanya arena pendukung semisal, tempat hiburan, taman bermain, atau lainnya seperti yang ada di Alun-alun, sepertinya menjadi alasan kenapa ruas jalan yang tak sampai 300 meter itu semakin sepi saja.
Selain pilihan umum tersebut diatas, makan di atas warung terapung ternyata menjadi idola anak-anak.
Mungkin kalau di kota besar khususnya Bandung, warung terapung atau lebih sering disebut Saung, banyak terdapat. Tapi di Probolinggo hal seperti rasanya baru ada satu, dan diberi nama warung makan Haji Jaman, milik seorang pengusaha mebel yang sukses, karena memiliki tanah yang cukup luas berkapling-kapling lahan sisa yang belum laku digunakannya untuk membuat warung.
Tentu saja, suasana berbeda menjadi daya tarik pengunjung, dan tentu saja menjadi harapan kami agar anak-anak nafsu makannya lebih meningkat.
Alhasil, upaya tersebut lebih mendekati harapan, sekalipun kocek harus di kuras agak lebih dalam, namun melihat anak-anak makan begitu lahap menjadi hiburan tersendiri.
Dan setelah acara makan selesai, sisa makanan yang adapun tak mubadzir, karena ikan gurame seukuran telapak tangan orang dewasa sudah menunggu untuk menyantapnya dikolam yang berada dibawah warung makan.
Mumpung baru saja gajian, anak-anak kenyang, sekaligus sebagai rekreasi bulanan.
Alhamdulillah, semoga rizki yang diberikan Allah selalu memberikan manfaat bagi kami semua.
Amien.

4 comments:

Hartanto said...

Taukah pak, jaman saya kuliah yang bikin nafsu makan saat melewati daerah paper city adalah jajanan yang ditawarkan orang2 di bus disekitar probolinggo.

pertama kali ngeliat mereka, aduh kumuh banget dan mengganggu. tapi lama kelamaan, saya selalu menyukai jajanan mereka. saya pasti beli cemilan disana. syaratnya, saya cari tukang jualan yang paling atraktif dan menghibur.. heheheh...

MaIDeN said...

Pakai tips jaman bahuela aja, baru makan saat lapar banget
Pasti mumpuni :D

CempLuk said...

Wah kayak pak bondan prakoso nih ^_^ (*bcanda ding*)..adik...kalo makan jgn mpe telat yah.(pesen cempluk utk putra nya om dhanny)

Devi said...

Hm ga bagus juga sih klo keseringan makan di luar rumah *ga bagus utk kantong hehe* dan biasanya kebersihan makanan di rumah lebih terjaga tentunya.

Setau saya, curcuma bisa meningkatkan nafsu makan anak, tapi klo memang tetap anak hanya mao makan sedikit, jgn lupa memberikan vitamin tambahan (B12 dan C). Dan klo orang tuanya ingin berusaha sedikit lebih repot dlm menyiapkan makanan, bisa dicoba cara2 lain sehingga anak tertarik utk makan. Misalnya makanan dibentuk menjadi bulan sabit, bintang ato apapun yg dibentuk dari nasi, sayuran dan lauk pauk lain (jadi terlihat warna-warni dlm 1 piring, hehe). Penting juga untuk membiarkan anak belajar makan sendiri tanpa harus disuapin :)